Hana MS Mawa (04)

Keberhasilan atau kesuksesan seseorang ditentukan oleh usaha yang telah ia berikan. Seperti halnya pemain basketball terkenal, MJ, Michael Jordan alias Air Jordan, konon katanya dia bisa berjalan diudara (air walk) untuk melakukan dunk. Beliau telah melakukan usaha yang keras sebelum menjadi seorang bintang basketball. Beliau telah berlatih tembakan memasukan 500 bola ke ring tiap harinya.

Layaknya MJ, saya pun terus melakukan latihan. Walaupun tidak setiap hari memasukan 500 bola ke ring, latihan demi latihan rutin saya lakukan. Setiap ada kesempatan, saya terus melakukan latihan. Tentu latihan demi latihan itu bukan untuk mengalahkan lawan tetapi untuk mengalahkan diri saya sendiri.

Kedudukan sementara 5 – 3 tidak membuat saya bangga dan sombong. Saya tidak mau meninggalkan penyesalan setelah akhir pertandingan ini. Dia pun dengan enjoy-nya menikmati pertandingan yang super aneh dan penuh dengan dendam ini. Dengan lihainya dia memainkan basketball dan mencari celah untuk melakukan terobosan. Dan pada saat ada sedikit kesempatan, dia langsung melakukan jump shoot. Tetapi dengan refleks saya yang genius dan luar biasa, saya langsung memblok tanpa belas kasihan. Bola pun terbang menjauh.

Prediksi saya saat itu, dia sudah mulai kecapekan. Walaupun dia sangat jago, tetapi stamina seorang wanita pasti beda dengan seorang pria. Kelemahan inilah yang saya manfaatkan. Momentum yang sangat bagus untuk mengakhiri pertandingan gila ini. Saya berusaha mengalihkan perhatiannya, tetapi tidak berhasil. Sambil memainkan basketball, saya menunggu celah yang terbuka untuk melakukan offence. Akhirnya datang juga, saya pun langsung melakukan jump shoot. Ternyata dia tidak menyerah begitu saja. Dia ingin memblok. Menyadari itu saya pun spontan merubah jump shoot saya menjadi fade-away shoot untuk menghindari bloknya. Dia pun terus mengikuti.

Bola telah ku lepaskan dengan begitu yakin tanpa tersentuh sedikit pun oleh dia. Dari pengalaman yang ada, bola tersebut mestinya masuk dengan mulus. Dan itu benar, bolanya masuk walaupun fade-away shoot saya terlalu memaksa. Saya pun kehilangan keseimbangan ditambah lagi dia terus mendekati saya. Kayaknya dia juga kehilangan keseimbangannya. Saya pun terjatuh diatas lapangan, dan dia terjatuh tepat diatas badanku alias menimpaku. Akhir yang betul-betul diluar dugaanku. Spontan anak-anak tadi menertawakan kami.

”Kamu tidak apa-apa?” tanya saya. Dan tanpa sepatah kata pun dan rasa malu, dia langsung pergi.

—-

Setelah kejadian yang luar biasa itu, saya terus mencari tahu jati diri wanita aneh bin misterius itu. Dan semenjak kejadian itu, dia tidak pernah datang ke lapangan itu lagi. Saya terus mencoba mengingat-ingat kembali, apakah saya pernah ketemu dia sebelumnya?

Suatu siang hari, saya lagi bersantai-santai di kampus tercinta, kampus teknik. Tiba-tiba saya melihat sosok wanita yang tidak asing lagi. Tidak salah lagi, wanita itu adalah wanita yang menantang saya bullfihting. Tetapi penampilannya beda dengan waktu itu. Kali ini rambutnya yang sebahu itu diikat. Memakai kacamata. Mengenakan kemeja plus sweater dan celana kain panjang plus sepatu kets. Memakai tas ransel dipunggungnya. Dari penampilannya, kata kawan-kawanku bisa disimpulkan bahwa dia seorang kutu buku.

Saya terus memandangi dia dari jauh. Tiba-tiba dia mendekati ke arah saya. Agaknya dia mengenali saya si super jago basketball yang genius ala Hanamichi…. Selangkah demi selangkah mendekati ke arah saya dan melewati begitu saja. Rupanya dia cuma mau pergi ke lantai 3, ke ruang kuliah. Entah sombong, angkuh, atau cuek, wanita itu memang aneh dan beda dengan wanita-wanita lainnya yang lebih cakep, baik, kaya, anak tunggal lagi.

Kampus teknik bukanlah kampus yang besar. Dan dari prediksi saya, pertama wanita itu pasti bukan anak teknik kimia. Soalnya rata-rata anak chemical engineering pasti saya kenal walaupun cuma kenal mukanya. Kalaupun ada cuma satu yang betul-betul beda (akan saya ceritakan berikutnya….). Kedua, wanita itu juga pasti bukan anak teknik mesin dan teknik elektronika karena dari tampangnya tidak nampak. So, tinggal satu jurusan lagi, yaitu teknik sipil.

Setelah mendapat informasi dari informan yang sangat bisa dipercayai, ternyata prediksi saya benar. Dia anak civil engineering. Orangnya culun, super cuek, rajin dan pendiam. Cuma informasi itu yang didapat. Informasi lainnya nihil. Memang, dia merupakan wanita misterius….

to be continued….

09.05.08 | 11.24 pm

2 Responses to Hana MS Mawa (04)

  1. onedayathought says:

    Bisa pigi karang buku liao.. Hehe..

  2. Martin Siet says:

    haha…. belum lg…. masih kurang banyak kekurangan…. terutama grammar-nya…. btw maybe it’s my style…. haha….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: