Hana MS Mawa (01)

Suatu sore, seperti biasanya saya bermain basketball dilapangan basket Faperika. Sore itu sore yang cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu mendung. Pokoknya pas buat bermain basketball. Tapi dibalik cerahnya cuaca disore hari itu akan terjadi suatu hal yang akan mengubah alur kehidupan saya. Kehidupan yang penuh tantangan dan berakhir dengan happy ending. Dan itulah kehidupan yang dicari-cari oleh setiap orang.

Awan telah menutupi cahaya matahari, semakin menambah kesejukan disore hari itu. Tetapi sore itu begitu aneh, yang bermain basketball cuma saya sendiri dan beberapa anak kecil, kayaknya anak-anak SMP atau SMA, yang saya sendiri tidak mengenali mereka. Mereka lagi asyiknya bermain three on three basketball ala mereka sendiri. Tidak peduli apakah itu foul, walking, double, travelling atau lain sejenisnya. Saya sendiri pun tidak begitu paham dengan rule of the game dari basketball itu sendiri.
—-
Saya sendiri mulai bermain basketball ketika waktu itu masih duduk dibangku SMA kelas 1. Kesukaan terhadap basketball dimulai sejak suka menonton salah satu anime japan yang berjudul Slam Dunk yang dibintangi oleh Sakuragi Hanamichi dkk. Watak tokoh yang satu ini memang mempengaruhi watak saya yang sejak dulu memang pantang menyerah. Dan mulai saat itulah mempelajari basketball, membuat ring basketball dihalaman rumah dan mulailah bermain basketball ala saya sendiri.
—-
Anak-anak itu semakin asyik saja memainkan basketball dan saya pun semakin asyik latihan jump shoot, free throw, three point shoot, dribbling, fake dan semuanya. Tiba-tiba saja tanpa ada kilat maupun petir, muncullah sosok seorang wanita yang meneriaki saya dari arah tepi jalan. Wanita tersebut baru saja turun dari mobil Suzuki Karimun-nya dan tanpa basa basi langsung menantang saya main basketball.

“Woi, bull-fighting yuk, berani gak?” tantangan dari wanita yang misterius. Wanita itu menurut perkiraan saya dari tampangnya, kayaknya anak kuliahan. Berambut hitam lurus tetapi pendek sebahu. Badannya berisi tetapi tidak gemuk. Tampangnya yang cerah dan bersih tetapi tidak jerawatan. Kostumnya ala seorang pemain basketball benaran tetapi sopan dan pas dibadannya. Sepatu khas pemain basketball berwarna hitam dengan kaos kaki putih lengkap dengan ankle protect.

Saya cuma senyum dan senyum saja tanpa menjawab sepatah kata pun. Dia semakin mendekat ke saya dan melemparkan bola kepada saya.

“Ayo mulai” katanya tanpa introduction yang panjang lebar. Merasa ditantang oleh seorang wanita yang lumayan cakep tetapi agak tomboy ini maka saya layani saja. Kebetulan saya lagi bete juga latihan sendirian. Menghadapi tantangan seorang wanita yang aneh, maka strategi yang saya pakai adalah strategi pengecut ala Sun Tzu, yaitu pada saat offense, shooting dari jauh, sedangkan pada saat defense, tegak dibawah ring saja, mengambil bola rebound. Dan tanpa sepatah kata pun saya melemparkan bola kepada dia. Dia pun langsung mengshoot dari jauh. Shoot form yang begitu indah dan meyakinkan. Dan bola tersebut masuk. Ternyata strategi yang dia pakai sama dengan saya.

Karena bola tadi masuk maka giliran dia lagi yang memulai. Dan sekali lagi saya melemparkan bola kepada dia, dia pun langsung mengshoot dengan shoot form yang lebih indah dari yang tadi dan tangan kanan lurus putih yang sedikit berotot itu ber-pose kemenangan yang meyakinkan. Bola kedua masuk lagi. Dalam hati saya berkata, “saya harus mengubah strategi, dari strategi pengecut jadi strategi pemberani ala saya, yaitu bermain dengan santai tapi serius. Walaupun dia seorang wanita, tetapi kalau sampai dikalahkan oleh seorang wanita yang aneh itu, muka saya mau letak mana nantinya.

Bola saya lemparkan kembali kepada dia, dan langsung saya defense dengan ketat. Sebenarnya defense ini beresiko terjadi hal-hal yang diinginkan oleh seorang pria dan tidak diinginkan oleh seorang wanita, karena sangat merugikannya dan kemungkinan tersentuh atau terpegang bagian-bagian yang sensitif. Tetapi saya harus menjaga muka saya ini. Pada saat dia mau mengshoot seperti biasanya, maka dengan gaya steamboat ala Gorila Akagi, saya melompat dan siap memblok bola itu, tetapi ternyata itu hanya fake dari dia. Dia pun mendribble bola ke bawah ring dan melakukan lay-up ala orang awam Sakuragi Hanamichi, bola pun masuk.

to be continued….

21.04.08 | 9am

7 Responses to Hana MS Mawa (01)

  1. onedayathought says:

    Haha..

  2. Martin Siet says:

    haha…. ????

  3. onedayathought says:

    Ini kejadian benar ya? Memang dramatic….

  4. Martin Siet says:

    bisa di bilang ya bisa juga tidak,
    soalnya ud direkayasa menurut versi i,,
    setiap malam i susah tidur, ya menung2 tiba2 terlintas ide cerita di atas,
    belum selesai sih,

    ada judul bagus gak u/ karangan i neh….

  5. onedayathought says:

    Oh.. gitu.

    Hehe.. Judulnya sebaiknya di tinggal kepada pengarang.😀

    Wa lagi nunggu cerita selanjutnya dengan harapan.

  6. Martin Siet says:

    harapan apa,? , happy ending ato ending tergantung kepada pembaca????

  7. onedayathought says:

    Harapan cerita selanjutnya aja.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: