ivs

ivs-logo.jpgGlobal Warming, Gempa, Tsunami, Penyakit Degeneratif dan Inefisiensi Ekonomi

Oleh: Jowly Yohanesh (Indonesia Vegetarian Society)

Oksigen dunia menurun dan karbon dioksida meningkat. Setiap 2 detik hutan tropis seluas lapangan sepak bola lenyap dalam beberapa dekade terakhir ini. Sebagian diakibatkan oleh pembukaan dan pembakaran hutan untuk ladang rumput ternak. Di luar illegal logging, kelajuan ini tentu semakin tinggi dari tahun ke tahun mengingat belum adanya aksi setiap negara eksportir daging untuk menekan kelajuannya. Semakin banyak karbon dioksida di Bumi berimplikasi pada semakin banyak energi panas matahari yang ditahan di atmosfir. Akibatnya, suhu bumi dilaporkan meningkat 30% sejak 1900.

Di luar angka dalam Laporan 2004 Compassion in World Farming Trust, sebuah LSM Inggris yang peduli kesehatan,  kesejahteraan hewan dan lingkungan hidup, yang memperkirakan paling tidak 22 miliar hewan ternak mengalami penyiksaan, teror dan pembantaian di seluruh dunia (di Inggris saja, diperkirakan 800 juta ekor ayam broiler dijagal selama 2002), diperkirakan 50 miliar lebih ternak di permukaan Bumi menghasilkan kotoran yang mengandung nitrat oksida, amoniak, karbon dioksida dan metana yang diekspos ke atmosfir setiap tahun.

Semua gas tersebut di atas merupakan gas rumah kaca yang berbahaya. Penipisan ozon diperkirakan oleh para ahli 37% disebabkan oleh emisi gas metana (23 kali lebih panas daripada CO2) dengan kecepatan yang paralel dengan semakin saratnya kotoran hewan ternak di permukaan bumi. Gas ini dihasilkan oleh sistem pencernaan hewan memamah. Pada saat yang sama, gas amoniak mengakibatkan hujan asam yang bertanggungjawab atas 64% kerusakan humus tanah dunia. Sektor industri daging dunia juga menghasilkan 65 persen gas nitrat oksida, yang berpotensi 296 kali lebih besar daripada Global Warming Potential (GWP) CO2. Bahkan, Bank Dunia menyebut nitrat oksida sebagai salah satu gas rumah kaca yang paling agresif.

Tidak mengejutkan, seorang mantan ilmuwan NASA baru-baru ini menyatakan para ilmuwan NASA memperkirakan, dalam seperempat abad mendatang, daerah pesisir Negara Bagian Florida dan kawasan-kawasan pinggir benua dunia lainnya akan hilang dari peta dunia akibat global warming. Ia mengatakan mencairnya es di kedua kutub Bumi telah menyebabkan ketidakseimbangan di permukaan planet Bumi akibat semakin tingginya konsentrasi air di Samudera Pasifik, yang luasnya menguasai hampir setengah permukaan Planet Bumi. Hal ini menimbulkan tekanan dan pergeseran kerak Bumi. Menurut ilmuwan terbaik Thailand ini, aktivitas tektonik, volkanik dan tsunami belakangan ini sangat besar kemungkinannya diakibatkan oleh global warming.

Kekeringan dan masalah kualitas air menjadi sebuah ancaman besar dunia. Laporan PBB tahun 2000 memperkirakan peperangan antar manusia akibat krisis air akan terjadi di tahun 2025. Diperkirakan sekitar 1,2 milliar penduduk dunia saat ini hidup dengan air yang tidak layak minum. Keadaan ini diperburuk lagi dengan kenyataan 70% air dunia digunakan untuk konsumsi ternak dan aktivitas pencucian di rumah jagal (dibutuhkan 3.500 galon air untuk memproduksi 1 pon daging, 60 galon air untuk memproduksi gandum dan 24 galon air untuk memproduksi 1 pon tomat).

Sementara jutaan manusia di dunia mengalami krisis air, malnutrisi dan kelaparan, air juga digunakan untuk panen dunia, yang hampir 50% persen hasil produksinya digunakan untuk makanan ternak dunia. Dalam dekade ini, 90% kacang kedelai dunia digunakan untuk memberi makan hewan ternak. Negeri China, yang sepuluh tahun lalu dikenal sebagai eksportir utama kacang kedelai, sekarang menjadi pengimpor kacang kedelai terbesar kedua di dunia. Penyebabnya adalah meningkatnya konsumsi daging di negeri ini sebesar 85% antara 1995 dan 2001.

Inefesiensi terjadi secara global dalam menekan angka kelaparan dunia. Bayangkan saja, misalnya, seekor sapi mengkonsumsi 7 pon protein dalam bentuk biji-bijian dan kacang kedelai dan menghasilkan hanya 1 pon protein daging. Riset Departemen Pertanian Amerika Serikat memberikan angka 16 kg biji-bijian untuk menghasilkan 1 kg daging sapi. Hasil riset lain USDA bekerjasama dengan FAO, WHO, dan UNICEF, mencatat dalam 0,46 hektar tanah pertanian, dihasilkan 138-356 pon protein kacang-kacangan dan biji-bijian, dan hanya 20-82 pon protein hewani.

Terlalu panjang dan pelik namun sederhana daftar ketidaktahuan kita. Kita telah begitu lama menjadi korban propoganda komersil industri daging Amerika pasca-perang dunia ke-2: Empat Sehat Lima Sempurna. Riset seminal 1981 oleh epidemologist terkemuka dunia, Sir Richard Doll dan timnya, mengungkapkan, selain rokok, 30% kanker berkaitan erat dengan pola makan daging. Ini berarti lemak jenuh, terutama dari daging merah, salah satu kelompok diet Empat Sehat Lima Sempurna. Dr Takeshi Hirayama dari National Cancer Research Institute, Amerika Serikat, melaporkan, wanita yang mengkonsumsi daging paling sedikit tujuh kali seminggu beresiko terkena kanker payudara 3,83 kali lebih tinggi daripada wanita vegetarian.

Meningkatnya penyakit degeneratif di seluruh pelosok dunia berkaitan erat dengan pergeseran pola makan tradisional ke pola makan “modern”. Di Malaysia, kanker beranjak dari urutan 12 di akhir dasawarsa 1970 ke urutan 2 di akhir dasawarsa 1990 – setelah serangan jantung. Situasi serupa juga sedang terjadi di negeri China sejak kebijakan kaifang bergulir. Mengalami “modernisasi” ini lebih dahulu, Singapore, sebaliknya, sekarang menggalakkan rakyatnya untuk makan sayur dan buah dengan porsi standar. Belakangan, satu hal yang diketahui ahli nutrisi bahwa susu hewani justeru dapat menyebabkan tulang keropos ternyata belum diketahui publik luas.

Negara makmur adalah negara dengan jumlah warganya yang mengalami penyakit degeneratif, obesitas dan osteoporosis tertinggi di dunia. Sejak penyakit degeneratif mulai “menyerang” planet ini, Amerika Serikat dan Eropa menganggarkan jutaan dolar setiap tahun untuk melakukan riset yang menyakiti dan mengorbankan jutaan hewan eksperimen setiap tahun untuk menemukan penyembuhannya. Diet for a New America yang ditulis oleh John Robbins akhirnya dianggap sebagai salah satu dokumen terpenting abad ke-20. Ia telah membuka mata jutaan orang Amerika yang sedang sakit dan sekarat untuk melihat akar masalah dan kembali ke pola hidup alami berbasis nabati, moral, dan cinta lingkungan hidup.

Sejak sekolah dasar, kita telah diajarkan, di antaranya, “ingatlah dan hafallah” daging adalah bagian dari diet kita, Empat Sehat Lima Sempurna. Di kalangan dokter di Amerika Serikat, usaha untuk mencari keabsahan ilmiah Empat Sehat Lima Sempurna melahirkan Physicians’ Committee for Responsible Medicine. Komisi ini akhirnya berkesimpulan menggantikan pola makan tersebut dengan pola makan Empat Sehat Baru (the new four food groups): sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Terus meningkatnya angka obesitas, serangan jantung, kanker, diabetes, gagal ginjal, osteoporosis, rentan sakit, dan percepatan proses penuaan seharusnya membuat kita bijak mencari bukti dan kebenaran ilmiahnya, dan mengurangi konsumsi daging dan produk-produk dairy. Dukungan anda untuk diri anda, keluarga dan dunia. Anda yang bijak tentu saja tidak akan keberatan untuk melewati: satu hari tanpa konsumsi daging (termasuk ikan). Bergabunglah dengan teman-teman di seluruh dunia dengan target 50.000 tanda tangan dari Indonesia untuk mendukung Hari Tanpa Daging Sedunia (World’s Meatless Day), 25 November 2007.

2 Responses to ivs

  1. Eddy says:

    terima kasih atas informasi ini. tapi saya masih bingung untuk menjadi seorang vegan murni bagaimana?, sekarang saya sudah ber vegetarian, dengan susu.

  2. Martin Siet says:

    terima kasih juga telah mengunjungi blog ku….
    saya sendiri juga masih bingung untuk menjadi vegan murni….
    mungkin waktu yang akan membawa kita menuju sana secara bertahap….
    pelan2 tapi pasti….
    selagi kita ok dengan cara vegan kita sih ga masalah, mau dg susu ataupun telur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: