Menguasai …. dalam …. hari/jam

October 9, 2009

Pasti tidak heran mendengar judul diatas. Mungkin barangkali jalan2 ke Gramedia atau Toko Buku lainnya, pasti akan menemukan judul yang gak jauh beda dari judul diatas. Mungkin juga barangkali lagi browsing buku melalui toko buku online, pasti juga akan menemukan bebarapa judul yang tidak jauh berbeda.

Judul diatas masih menyimpan banyak pertanyaan. Ambil contoh saja: “Menguasai BB dalam 2 jam”. Maka akan muncul pertanyaan: Apa benar? Memang setiap orang akan sama? 2 jam apa? Masak dalam 2 jam ada jurus menguasai BB? Berapa harga 2 jam? Berapa harga BB? Dan banyak lagi pertanyaan2 lainnya. Ada juga pertanyaan yang lebih parah: Apa itu BB? (Babi ya…. :) )

Jadi, intinya dalam membeli buku itu harus melihat isinya, bukan lihat dari judul maupun covernya. Kalau memang tidak bisa melihat isinya, baca resensi mengenai buku yang akan dibeli secara online. Dan kalau tidak tersedia, apa boleh buat, kalau suka ya beli aja. Atau saat beli buku, buka saja plastiknya namun minta izin terlebih dahulu ke petugasnya.

Selamat menghunting buku. Buku adalah guru yang tidak akan bicara.


IK 10K

July 26, 2009

10K, I’m coming….


Miyuki Inoue

August 23, 2008

True Story from Miyuki Inoue

Aku terlahir 500 gr dan Buta

Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras daripada orang lain….


psychtests

June 7, 2008

i just got the psychtests training by psico-data pekanbaru….

if u want to know about psychtests, u can find it at here http://www.psychtests.com/


Prinsip 90/10

May 20, 2008

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?

10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.

90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Apa maksudnya ?

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.

Contohnya :

Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya ?

Dari cara reaksi anda!! Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda. Marilah kita lihat contoh dibawah ini :

Kondisi 1

Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor.

Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi anda :

Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju.

Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya.

Akhirnya anak anda ketinggalan bis. Istri anda harus secepatnya pergi kerja.

Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit. Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.

Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.

Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*

1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?

2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?

3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?

4. Apakah anda penyebabnya ?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!

Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.

Kondisi 2

Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda  akan menangis, anda berkata lembut : “Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.” Anda ambil handuk  kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela  ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis  sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian  mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan “Sampai jumpa makan malam nanti.”

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda.

Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut 2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.

Mengapa ?

Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi. Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ?

Apakah tekanan darah anda akan naik cepat? Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda ?

Contoh lain

Pesawat terlambat.

Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang?

Anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas  hasilnya.

Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini…..Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive – thinking bereaksilah secara positif, bukalah hati kita untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.

Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.

sumber: Ivan wahyudi <ivan.w@bukitjaya.com>


The Forbidden Kingdom

April 20, 2008

Jason (Michael Angarano) adalah seorang pemuda yang suka dengan kungfu. Ketika lagi memburu DVD kungfu di chinatown, Jason terjebak dalam suatu pertualangan luar biasa pada zaman dulu di cina. Jason harus mampu membebaskan Monkey King yang ditangkap oleh penjahat Jade War Lord. Jason ditemani oleh Kungfu master Lu Yan (Jackie Chan) dan Silent Monk (Jet Li).

Ikuti pertualangannya hanya di The Forbidden Kingdom….


bruce lee

September 23, 2007

Knowing is not enough, we must apply.

Willing is not enough, we mus do.

“bruce lee”


Hadiah Ter-Indah . . . .

September 16, 2007

Seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Salah seorang putrinya yang masih kecil, masil balita, meminta satu gulung.

“ Untuk apa ?? “ tanya sang Ayah.

“ Untuk kado, mau kasih hadiah “ jawab si kecil.

“ Jangan dibuang yaaa . . . . “ pesan si Ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari ulang tahun ayahnya, pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan Ayahandanya,

“ Paa . . . Paa . . . ada hadiah untuk Papa “. Sang ayah yang masih malas-malas- an, matanya-pun melek, dan menjawab: Sudah-laaahh nanti saja !!! “.

Tetapi sang kecil pantang menyerah, “ Paaa . . . Paaa . . bangun Paaa . . . sudah siang “. “ Aaaah . . . kamu ini gimana siiih, pagi-pagi sudah mbangun-in Papa !! “.

Sang ayah mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.

” Hadiah apa niiih ?? “.

“ Hadiah ulang tahun untuk Papah. Buka dong Paaah, bukaaa sekarang “.

Dan sang Ayah-pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak ber-isi apa-pun juga.

“ Aaah . . kamu bisa saja !!. Bingkisannya koq kosong ?? Buang-buang kertas kado Papah saja !!, Kan mahal harganya !! “.

Si Kecil menjawab : “ Enggaaak Paaah . . . nggaaaak kosong. Tadi, Putri masuk-in begitu buuuaanyaak ciuman untuk Papah “

Sang ayah sangat terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, dan diciumnya.

” Putri, Papah belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papah akan selalu menyimpan boks ini. Papah akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papah akan mengambil satu. Nanti kalau kosong di-isi lagi yaaaa . . . !! “

PERSPEKTIF :

  • Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa-pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ??
  • Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di-mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa-pun.
  • Orang lain akan tetap meng-anggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa di-anggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.
  • Kesimpulannya, Kosong dan Penuh dua-duanya merupakan produk dari “ pikiran “ Anda sendiri.
  • Sebagaimana Anda memandangi hidup, demikianlah kehidupan Anda. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.
  • Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang berisi coretan yang tidak berarti.

(di copy sesuai aslinya dari anonim)