Hana MS Mawa (03)

April 28, 2008

Saya tidak tahu apakah dia memang tidak jago dalam hal defence ataupun takut defence. Dan menurut prediksi saya lagi, kayaknya dia takut defence, kemungkinan besar takut terjadi hal-hal yang telah saya sebutkan diatas.

Tanpa memikir jawaban diatas lagi, saya pun melanjutkan lagi pertandingan yang luar biasa itu. Anak-anak tadi yang lagi asyik three on three pun ikut penasaran dengan pertandingan kami. Mereka pun menontonnya dengan penuh harapan. Tentunya dengan harapan agar saya kalah. Tentu mereka akan bangga karena ternyata wanita bisa mengalahkan pria dalam hal basketball.

“Ayo kak, kalahkan abang itu!” seruan mereka. Mereka adalah wanita-wanita yang mendukung sesama wanita dan kompak sekali. Jadi, jangan sekali-kali meremehkan mereka, wanita-wanita tangguh.

Pada saat saya ingin mengshoot bola untuk ketiga kalinya, ternyata dia telah bersiap menghalanginya. Dukungan dari anak-anak itu memang luar biasa. Semangat wanita itu semakin membara kayak api di dalam furnace. Melihat tekanan yang luar biasa, saya pun menghindarinya sambil mendrible bola mundur, dan pada saat itulah dia lengah, saya pun mengshoot dari jarak hampir setengah lapangan, bola pun masuk. Kebetulan sekali. Sepertinya dewi fortuna berada dipihak saya hari ini.

Dengan raut muka setengah tidak percaya, dia pun melanjutkan pertandingan lagi. Kedudukan 3 sama. Kontak bodi yang pertama kalinya pun terjadi, rupanya dia tertekad dan betul-betul ingin mengalahkan saya. Apakah kita bermusuhan? Saya kembali mengingat-ingat. Ah, tidak ingat. Memang saya pikirin. Saya melanjutkan dengan gaya mendrible ala Miyagi dan berhasil menipu dia. Bola kembali masuk dan poin pun bertambah 4 – 3.

Dengan cara yang sama, poin terus bertambah, 5 – 3. Dan pada poin penentuan ini, dia betul-betul berjuang mati-matian menjaga saya. Dan tipu daya tadi tidak berhasil lagi. Dia menekan terus sampai ditepi garis. Pada saat hampir out, saya pun melompat dan mengshoot dari belakang papan ring. Dengan pelahan-lahan bola melewati papan ring, menyentuh ring, berputar-putar di ring dan keluar. Dewi fortuna telah berpihak pada dia. Mungkin karena sesama wanita.

to be continued….

26.04.08 | 14.24 pm


Hana MS Mawa (02)

April 26, 2008

Sore itu semakin indah ketika tampak pelangi berwarna-warni dilangit yang cerah. Dan menurut prediksi saya, badai yang besar segera akan datang.

Skor sementara 3 – 0. Dan untuk kedua kalinya saya tertipu oleh seorang wanita aneh plus misterius plus sedikit sok kenal plus lumayan “cakep” pakai tanda kutip. Wanita ini tidak bisa diremehkan mengenai skill basketnya. Diantara wanita-wanita yang pernah saya ketemui, dialah wanita yang paling jago dengan tinggi yang tidak jauh berbeda dengan saya, 170 cm.

Strategi-strategi yang saya pakai sebelumnya tidak bisa menahan dia. Dan strategi yang saya pakai terlalu memperhitungkan kemampuan dia. Sehingga kemampuan saya sendiri tidak bisa keluar dengan maksimal. Saya cukup bermain seperti biasa saja, dan tentu dengan konsentrasi sekitar 80% dan keseriusan 70%.

Mode Concentration = 0.8

Mode Seriousion = 0.7

Kembali lagi saya melemparkan bola kepada dia. Dengan sombong dan angkuh dia menerima bola tersebut. Dan saya pun defence dengan tingkat konsentrasi dan keseriusan sesuai perhitungan tadi. Ternyata berhasil. Dia sama sekali tidak bisa melewatiku, walaupun dari gaya drible-nya, bisa dikatakan sangat bagus. Tidak bisa disangka bahwa dia seorang wanita. Pada saat saya lagi merenungkan gaya drible-nya, tiba-tiba dia menyadari, melewatiku dan bersiap-siap untuk lay-up. Saya pun mengejar dan melompat bersamaan dengan dia lay-up. Saya pun berhasil memblok bolanya. Seketika itu dia tampaknya terkejut dengan reflek saya yang begitu cepat dan tajam.

Kedudukan masih sama, 3 – 0 dan bola sekarang berada pada posisi saya. Inilah kesempatan saya untuk menunjukkan my basketball way dan mengakhiri bull fighting yang aneh bin luar biasa ini.

Tampak dia begitu tenang mengambil bola. Sepertinya saya pernah mengenali wajah dia, tapi dimana ya? Bola kembali dia lemparkan kepada saya. Dan saya pun langsung mengshoot dari areal three point. Bola masuk. Kedudukan 1 – 3. Dia hanya tersenyum. Dari senyumannya, tampak dua lesung pipit yang lumayan manis [prediksi, soalnya saya belum mencicipinya].

“Ayo kita mulai lagi” katanya dengan tegas. Saya pun kembali mengshoot dari areal three point untuk kedua kalinya. Bola pun masuk lagi. Kedudukan 2 – 3.

to be continued….

21.04.08 | 14pm


Hana MS Mawa (01)

April 22, 2008

Suatu sore, seperti biasanya saya bermain basketball dilapangan basket Faperika. Sore itu sore yang cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu mendung. Pokoknya pas buat bermain basketball. Tapi dibalik cerahnya cuaca disore hari itu akan terjadi suatu hal yang akan mengubah alur kehidupan saya. Kehidupan yang penuh tantangan dan berakhir dengan happy ending. Dan itulah kehidupan yang dicari-cari oleh setiap orang.

Awan telah menutupi cahaya matahari, semakin menambah kesejukan disore hari itu. Tetapi sore itu begitu aneh, yang bermain basketball cuma saya sendiri dan beberapa anak kecil, kayaknya anak-anak SMP atau SMA, yang saya sendiri tidak mengenali mereka. Mereka lagi asyiknya bermain three on three basketball ala mereka sendiri. Tidak peduli apakah itu foul, walking, double, travelling atau lain sejenisnya. Saya sendiri pun tidak begitu paham dengan rule of the game dari basketball itu sendiri.
—-
Saya sendiri mulai bermain basketball ketika waktu itu masih duduk dibangku SMA kelas 1. Kesukaan terhadap basketball dimulai sejak suka menonton salah satu anime japan yang berjudul Slam Dunk yang dibintangi oleh Sakuragi Hanamichi dkk. Watak tokoh yang satu ini memang mempengaruhi watak saya yang sejak dulu memang pantang menyerah. Dan mulai saat itulah mempelajari basketball, membuat ring basketball dihalaman rumah dan mulailah bermain basketball ala saya sendiri.
—-
Anak-anak itu semakin asyik saja memainkan basketball dan saya pun semakin asyik latihan jump shoot, free throw, three point shoot, dribbling, fake dan semuanya. Tiba-tiba saja tanpa ada kilat maupun petir, muncullah sosok seorang wanita yang meneriaki saya dari arah tepi jalan. Wanita tersebut baru saja turun dari mobil Suzuki Karimun-nya dan tanpa basa basi langsung menantang saya main basketball.

“Woi, bull-fighting yuk, berani gak?” tantangan dari wanita yang misterius. Wanita itu menurut perkiraan saya dari tampangnya, kayaknya anak kuliahan. Berambut hitam lurus tetapi pendek sebahu. Badannya berisi tetapi tidak gemuk. Tampangnya yang cerah dan bersih tetapi tidak jerawatan. Kostumnya ala seorang pemain basketball benaran tetapi sopan dan pas dibadannya. Sepatu khas pemain basketball berwarna hitam dengan kaos kaki putih lengkap dengan ankle protect.

Saya cuma senyum dan senyum saja tanpa menjawab sepatah kata pun. Dia semakin mendekat ke saya dan melemparkan bola kepada saya.

“Ayo mulai” katanya tanpa introduction yang panjang lebar. Merasa ditantang oleh seorang wanita yang lumayan cakep tetapi agak tomboy ini maka saya layani saja. Kebetulan saya lagi bete juga latihan sendirian. Menghadapi tantangan seorang wanita yang aneh, maka strategi yang saya pakai adalah strategi pengecut ala Sun Tzu, yaitu pada saat offense, shooting dari jauh, sedangkan pada saat defense, tegak dibawah ring saja, mengambil bola rebound. Dan tanpa sepatah kata pun saya melemparkan bola kepada dia. Dia pun langsung mengshoot dari jauh. Shoot form yang begitu indah dan meyakinkan. Dan bola tersebut masuk. Ternyata strategi yang dia pakai sama dengan saya.

Karena bola tadi masuk maka giliran dia lagi yang memulai. Dan sekali lagi saya melemparkan bola kepada dia, dia pun langsung mengshoot dengan shoot form yang lebih indah dari yang tadi dan tangan kanan lurus putih yang sedikit berotot itu ber-pose kemenangan yang meyakinkan. Bola kedua masuk lagi. Dalam hati saya berkata, “saya harus mengubah strategi, dari strategi pengecut jadi strategi pemberani ala saya, yaitu bermain dengan santai tapi serius. Walaupun dia seorang wanita, tetapi kalau sampai dikalahkan oleh seorang wanita yang aneh itu, muka saya mau letak mana nantinya.

Bola saya lemparkan kembali kepada dia, dan langsung saya defense dengan ketat. Sebenarnya defense ini beresiko terjadi hal-hal yang diinginkan oleh seorang pria dan tidak diinginkan oleh seorang wanita, karena sangat merugikannya dan kemungkinan tersentuh atau terpegang bagian-bagian yang sensitif. Tetapi saya harus menjaga muka saya ini. Pada saat dia mau mengshoot seperti biasanya, maka dengan gaya steamboat ala Gorila Akagi, saya melompat dan siap memblok bola itu, tetapi ternyata itu hanya fake dari dia. Dia pun mendribble bola ke bawah ring dan melakukan lay-up ala orang awam Sakuragi Hanamichi, bola pun masuk.

to be continued….

21.04.08 | 9am


The Forbidden Kingdom

April 20, 2008

Jason (Michael Angarano) adalah seorang pemuda yang suka dengan kungfu. Ketika lagi memburu DVD kungfu di chinatown, Jason terjebak dalam suatu pertualangan luar biasa pada zaman dulu di cina. Jason harus mampu membebaskan Monkey King yang ditangkap oleh penjahat Jade War Lord. Jason ditemani oleh Kungfu master Lu Yan (Jackie Chan) dan Silent Monk (Jet Li).

Ikuti pertualangannya hanya di The Forbidden Kingdom….


addiction

April 17, 2008

> 14 sms tiap hari

apa itu bisa dikatakan sms addiction?

> 2 hr online

apa itu bisa dikatakan internet addiction?


um ugm 2008

April 14, 2008

13 april 2008

jam 4 pagi sudah bangun, terus mandi dan buru2 berangkat dengan menggunakan motor pinjaman dari temen (soni), padahal pagi itu hujan gerimis. dengan nekat berangkat juga dari panam ke hang tuah (ujung ke ujung) karena sudah berjanji akan tepat waktu 1/2 6 sudah harus tiba di lokasi (smpn 14 pekanbaru). selama perjalanan yang ditemeni hujan rintik2, dengan rasa yang masih berada ditempat tidur, akhirnya tiba juga di smpn 14 pekanbaru yg merupakan salah tempat lokasi ujian masuk ugm (um ugm 2008). dengan rekomendasi dari dosen kami, kami menjadi panitia um ugm dibagian logistik. kami ber4 (atk2003) berada dilokasi yang berbeda2, ada yg di sman 1 (ipc), ada yg di sman 9 (ips) dan saya sendiri di smpn 14 (ipa). untuk ipa dan ipc, kegiatan sudah dimulai 1/2 6 sedangkan ips dimulai jam 8.

dengan kerja keras dan berani, akhirnya selesai juga rangkaian kegiatan yg bisa dibilang cukup membosankan, yaitu menunggu. untung bapak2 dan ibu2 panitia di smpn 14 cukup perhatian dan pengertian, ada canda tawa, jadi tidak membosankan kali. ada juga kakak yg merasa bete karena saya pendiam kali, cuma sesekali mengajak ngobrol aj. dan yg paling penting, kami cukup senang karena selain dapat honor juga mendapatkan sertifikat.

14 april 2008

keesokan harinya, pada pagi hari saya menerima sms, silakan mengambil bingkisan dari panitia um ugm bagi kami2 yg membantu pada sabtu sore, ya kebetulan saya dan temen2 ikut membantu pada sabtu sore tsb.

terima kasih kepada panitia um ugm 2008 pekanbaru.