Kerja Praktek (new)

February 29, 2008

Apa sih sebenarnya kerja praktek????

Setelah melakukan kerja praktek lebih kurang 2 minggu, rasa2 nya cuma meliat2, menganggu org di pabrik aj yg lagi sibuk melulu,, ya minimal bisa melihat langsung deh, seberapa besar alat2 yg digunakan, seberapa bisingnya di pabrik itu, seberapa baunya di pabrik itu,, wah, sungguh luar biasa….

Mungkin para pembaca binggung?? Saya sendiri juga binggung!! Pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bantuan oom Posma (temen seangkatan, 2003), Bapak Fredy Manurung terus bantuan Bapak Deni (Humas Asian Agri Pekanbaru), kami diterima untuk kerja praktek di PMKS I Buatan PT. Inti Indosawit Subur (Asian Agri Group), sebuah pabrik pengolahan TBS menjadi CPO dan Kernel di Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Setelah mendapatkan surat panggilan pada tanggal 20 Februari, dan kami menandatangani surat pernyataan, maka kami resmi diterima untuk kerja praktek di pabrik tersebut. Pada tanggal 22 Februari kami survei tempat kerja praktek karena kami belum tahu tempatnya. Pada tanggal 25 Februari kami pertama kali menginjakkan kaki ke PMKS I Buatan, dan mulailah perjuangan kami selama 1 bulan di sana.

Kami adalah mahasiswa teknik kimia unri angkatan 2003, dengan nama: Martin, Azwira dan Eka Putra Ramdhani.

Pada awal kerja praktek, kami yang belum mengerti apa yang harus kami lakukan, dan orang pabrik juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan, maka kami saling sharing/diskusi mengenai kerja praktek ini. Setelah mendapat titik temunya, kami ditugaskan untuk mempelajari proses produksi CPO, meninjau langsung alat2 prosesnya, IPAL, perkebunan inti, Land Application, Laboratorium.

Kami membuat schedule kegiatan selama 4 minggu di PBS (PMKS Buatan Satu). Minggu I kami menyesuaikan diri dengan lingkungan pabrik dan mempelajari aliran proses pengolahan TBS menjadi CPO dan Kernel. Disini kami dibantu oleh Mr. Ismeth. Kami juga mulai overview ke lapangan. Stasiun yang pertama kami kunjungan adalah stasiun timbangan. Disinilah tempat menimbangkan TBS yang masuk ke dalam pabrik, cangkang yang diangkut keluar pabrik, dll.

Pada minggu II kami melanjutkan overview ke stasiun sortasi, stasiun loading ramp, stasiun sterilizer, stasiun threshing, stasiun pressing, stasiun klarifikasi, stasiun kernel, stasiun boiler, stasiun incinerator, dan stasiun lainnya. Garis besar dari masing2 stasiun adalah pemisahan secara fisika. Disini kami dibantu oleh asisten pembimbing lapangan Mr. Jarot.

Pada minggu III kami melanjutkan overview ke stasiun penampungan air limbah sementara, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), LA (Land Application) di areal perkebunan inti. Disini kami dibantu oleh Mr. Karim. Dan terakhir kami overview ke laboratorium. Di tempat inilah kami mendapatkan data2 pendukung untuk penyelesaian laporan kerja praktek. Disini kami dibantu oleh Mr. Mulyadi.

Pada minggu IV kami menfokuskan pada laboratorium untuk mendapatkan data2 serta membuat laporan kerja praktek. Setelah diskusi panjang lebar dan revisi yang berulang2 akhirnya laporan kerja praktek layak dilanjutkan ke dosen pembimbing di kampus.

Setelah selesai kerja praktek di PBS, kami melanjutkan perjuangan kami dikampus dengan dosen pembimbing yang berbeda2. Diskusi dan diskusi dengan dosen pembimbing di kampus. Revisi demi revisi telah dilakukan dan akhirnya tibalah saat pengambilan nilai oleh dosen pembimbing. Penguasaan materi yang kurang berakibat harus menambah waktu belajar dan mendapat tugas tambahan.

Akhirnya laporan kerja praktek di jilid dengan hard-cover berwarna kuning sebanyak 6 laporan. 2 untuk pabrik, 2 untuk jurusan, 1 untuk dosen pembimbing dan 1 untuk saya sendiri. Setelah selesai menjilid, saatnya meminta tandatangan dari dosen pembimbing dan ketua jurusan. Tanpa diduga, meminta tandatangan ini membutuhkan waktu lebih kurang 3 minggu yang dikarenakan ada musibah yang menimpa dosen pembimbing di kampus.

Setelah selesai semua, pada tanggal 5 Mei 2008, kami berangkat kembali ke PBS meminta persetujuan laporan kerja praktek kami dan pamitan. Ternyata, kami harus menunggu lebih kurang 6 jam untuk mendapatkan tandatangan pembimbing lapangan dan manajer PBS.

Puji syukur yang tiada hentinya kepada yang maha kuasa. Terima kasih kepada dosen pembimbing, Mr. Jhon A.P., dosen pembimbing lapangan Mr. Sugiyana, serta semua pihak yang telah membantu kami, yang kalau disebutkan bisa2 jadi 1 karya tulis :D

Mohon maaf apabila nama anda belum ditulis disini.



undergraduated….

February 22, 2008

wisuda, wisuda, dan wisuda…. mungkin itulah kata2 yang sering kita dengar bagi seorang mahasiswa. terutama setiap kali pulang kampung, seringkali kata2 tersebut sering diungkapkan oleh orangtua. kapan wisuda….?

kita pun pai seh mau jawab kapan. kata2 yang sering saya jawab adalah bentar lagi, bentar lagi dan bentar lagi…. bentar lagi-nya sudah bertahun2 terlewati. tidak terasa sudah 4,5 tahun. anyway yang penting wisuda biarpun lama…. haha :D

melihat temen2 sekolah daripada sudah wisuda melulu, apalagi junior kita waktu sekolah malah lebih cepat wisudanya daripada kita, betul2 pai seh, ntah mau cakap apalagi…. bagi saya itu obat motivasi kita, untuk cepat wisuda agar tidak pai seh lagi…. hehe….

by the way, saya pingin mengucapkan selamat kepada temen2ku yg akan diwisudakan besok, 23 Februari 2008 di UNRI….

  • Syafruddin SPd [temen sekost]
  • Nordiana SPd [cewek yg belum say yes.... :D ]
  • Zulhera SPd [temen sekolah, temen asrama]
  • Ningsih SPd [temen asrama]
  • Miterianifa SPd [tante di asrama]
  • Desma SPi [temen sekolah, temen asrama]
  • Kamisah SKed [temen sekolah]
  • Zainal Abidin ST
  • Ella ST
  • Saytu Rachim ST
  • Hotnida ST
  • Jhon ST
  • Armita ST
  • Hari Rio Naldo ST
  • Meylani ST
  • Muchdi ST
  • Helmi ST
  • Dedi ST

Mohon maaf bila terjadi kesalahan penulisan nama dan gelar, apalagi namanya tidak disebutkan, maklum….


Kejahatan

February 18, 2008

dibawah ini ada sebuah cerita menarik, yg saya sendiri tidak tau sapa pengarangnya [so maaf krn tidak mencantumkan nama pengarang],, mengenai kebenaran cerita tersebut, Albert Einstein, saya sendiri juga tidak tau, apa benar????, intinya sesuatu yg diluar hati nurani kita pada umumnya, harus kita hindari….

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal itu menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini,
“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,
“Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,
“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
“Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,
“Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,
“Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan,
“Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab,
“Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya,
“Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab,
“Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


kanibal

February 18, 2008

manusia makan manusia???? wah mengerikan,, tega banget orang,,

baru2 ini kembali mendapatkan email about cannibal at taiwan, wah so amazing, at 21th century, people still eat other people for some reason that not true.


kematian

February 17, 2008

apakah kematian memang mengerikan?, apakah yang akan kita rasakan disaat-saat terakhir kematian?, apakah kita akan tidak rela untuk menerima kematian itu?, apakah kita akan bertarung dengan dewa kematian untuk tetap bertahan hidup?, akankah kita menang melawan kematian?, apakah orang lain akan bersedih dengan kematian?, apakah orang lain akan bersenang dengan kematian?, akankah ada seseorang yang akan menggantikan kita untuk menghadapi kematian?, apakah ada dunia lain setelah kematian?, apakah dunia itu lebih indah, lebih bagus, lebih high-tech dari dunia sebelum kematian?, kapankah kita akan menghadapi kematian?, apakah semuanya telah terencana dengan baik tentang kematian kita?, apakah ada algoritma tentang kematian?, apakah ada obat anti-kematian?, apakah kematian itu membuat kita menderita?,

buat temanku laura ft [17 feb 1985 - 15 feb 2008] yg telah meninggalkan kita semua…. tapi tetap ada didalam hati kita semua….


apa????

February 17, 2008

apa yang mau dipost????

no idea, maybe ud malas, ud bt neh, gmana pun kita harus tetap semangat! ganbate, cha yo….


Permennya Lupa Dimakan

February 3, 2008

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang
melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan
setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki
bersama.
Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak
permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen
yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil
Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob
sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.
Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat
jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat
sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop
yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan
permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak
pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua
permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah
permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan “Selamat Jalan”. Itulah
batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang
lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, “Bagaimana
perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya
lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling
disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat
lezat.” Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat
lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa
begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya.
Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab
pertanyaan lelaki itu, “Permennya saya lupa makan!”

Tak berapa
lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. “Hai,
Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu
sudah sangat jauh di depan saya.” “Kenapa kamu memanggil saya?” tanya
Bob. “Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.
Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah
sekali!” Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. “Lalu tadi ada seorang
kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri
dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia
banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama.” Bib
menambahkan.

Mendengar
cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari
lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan
permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya
waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan
semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya
di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam
kepada dirinya sendiri, “Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak
permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya
menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia.” Ia pun berkata dalam hati,
“Waktu tidak bisa diputar kembali.” Perjalanan di lembah lolipop sudah
berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam
kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita
lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita
menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen
tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda
bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan
pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab,
“Saya akan bahagia nanti… nanti pada waktu saya sudah menikah…
nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri… nanti pada saat suami
saya lebih mencintai saya… nanti pada saat saya telah meraih semua
impian saya… nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar… “

Pemikiran
¡nanti’ itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ¡sekarang’.
Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang
masa ¡nanti’ bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut,
ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini
untuk masa ¡nanti’ bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat
tapi rasanya tidak pernah sampai di masa ¡nanti’ bahagia itu. Ritme
hidup yang sangat cepat… target-target tinggi yang harus kita capai,
yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu… tetap
semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya,
pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk
menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita
mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama
keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan
beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi
lebih indah.

Jika
saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;
memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari
setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah
anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan
menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa
disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang
ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa
kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati
perjalanannya di lembah permen lolipop.

From: [vegan_loverz]


Koto Kampar Tour

February 3, 2008

Kamis, 31 Januari 2008. Perjalanan panjang nan berat diiringi dengan hutan hujan gerimis, sepanjang jalan menuju koto kampar dari pekanbaru membuat perjalanan ini sulit dilupakan. Perjalanan menelusuri bangkinang, salo, plta koto panjang, candi muara takus, dan akhirnya sampai di desa koto kampar, tujuannya adalah PT. Padasa Enam Utama [panamtama], tempat yang nantinya [kalo diterima] sebagai tempat kerja praktek selama 1 bulan.

Selama perjalanan pergi, lebih kurang 3,5 jam menggunakan motor merupakan perjalanan yang menegangkan karena kondisi yang sulit [hujan gerimis yang tiada henti2nya].