ANAlogi SederhANA

September 30, 2007

Dari temen nich, semoga bermanfaat.

Analogi yang sederhana tapi Mengagumkan!

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang, “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ????” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada. Adakah yang sakit?? Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,”Kamu kok bisa bilang begitu?? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. “

Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya! Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi…. orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong !!!!


himbauan walikota pekanbaru

September 26, 2007

himbauan walikota pekanbaru, dimana rumah makan, warung kopi dan sejenisnya hanya boleh buka pada pukul 17.00 wib, menurut saya sangat2 tidak pantas. bukan karena saya tidak puasa maka saya menilai tidak pantas, tetapi sebagaimana kita ketahui di pekanbaru tidak hanya terdiri dari komunitas muslim saja, tetapi terdiri dari komunitas lainnya.

yah, apa yang terjadi jika seluruh rumah makan sesuai himbauan walikota tutup semuanya?, dan itu tidak mungkin. ok lah, yang muslim puasa, tetapi yg lainnya kan tidak, ya boleh2 aja makan, tetapi dengan catatan jangan di depan mereka, kayak rumah makan yang tertutup itu kan sudah cukup, didalamnya warga yang tidak puasa kan bisa tetap makan.

himbauan walikota pekanbaru, menurut pandangan saya akan dijadikan proyek untuk mendapatkan thr tambahan oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab, dan saya rasa para2 pejabat bagian atas juga mendapat jatah, bahkan jatahnya lebih besar dari aparat yang bertugas langsung dilapangan.


Tahun 2070

September 26, 2007

Apa yang terjadi pada tahun 2070?

Mungkin dalam pikiran kita semua, pada tahun 2070, peradaban kehidupan manusia sudah sangat canggih sekali, semua serba komputerisasi, tidak akan ada masalah lagi tentang kemacetan lalu lintas yang membuat kita jenuh, tidak ada lagi masalah dengan jarak, semuanya dapat ditempuh dengan waktu yang singkat, dan mungkin tidak ada lagi korupsi di dunia ini.

Berikut ini ada sebuah surat dari kawan kita pada tahun 2070.

Surat Dari Teman di Tahun 2070

“Mengapa harus minum air putih banyak-banyak. .?”

Well, sebenarnya jawabannya cukup “mengerikan” tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :

Otak dan Darah. !!

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,
Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi.

Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter
sehari…?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…?
Dengan jalan “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak…?

Belum sampai segitunya (wihh…bayangkan otak kering gimana jadinya…), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental.
Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah)
Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah.
Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai
bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘ kan…?

Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi “encer”, dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan…)

Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya ambah berat bila darah mengental… ),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang.

Sekarang tinggal anda pilih: melakukan “investasi ” dengan
minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- “membayar bunga” lewat sakit ginjal atau stroke.

Anda yang pilih…!


bruce lee

September 23, 2007

Knowing is not enough, we must apply.

Willing is not enough, we mus do.

“bruce lee”


Saudara2 Gandhi

September 23, 2007

Mahatma Gandhi, tokoh pejuang bagi kemerdekaan India, yang terkenal dengan gerakan non-kekerasan, suka pergi ke mana2 dengan telanjang dada. Pada suatu hari, ketika ia mengunjungi sebuah desa, seorang gadis remaja merasa risih dengan penampilannya, lalu mendekatinya dan berkata:

“Mengapa Kakek tidak mengenakan baju? Jika Kakek berkenan, saya akan minta kepada ayah saya untuk memberikan baju buat Kakek.”

“Jika kau memberi aku baju,” kata Gandhi, “beri juga saudara2ku yang lain. Jika tidak, mereka yang juga berpakaian seperti aku ini akan iri terhadapku, lalu akan bertengkar denganku.”

“Kalau begitu, saya akan minta kepada ayah saya untuk memberikan baju buat semua saudara Kakek,” jawab gadis itu. “Berapa jumlah saudara Kakek?”

“Tidak banyak, kok. Cuma empat ratus juta,” jawab Gandhi sambil tersenyum.

Mendengar jawaban Gandhi, gadis itu tersipu2 dan tidak tahu harus berkata apa.

Kesetiakawanan merupakan perbuatan luhur, tetapi berat karena menuntut pengorbanan. Oleh sebab itu, banyak orang mau mendapat nama karena melakukan kesetiakawanan, tetapi menghindari pengorbannya.

[from: Konferensi tikus2 series - 8, Agus M.H. ]


Untung atau Malang?

September 22, 2007

Di sebuah dusun miskin, tingallah seorang petani bersama istri dan satu anak laki-lakinya yang sudah beranjak dewasa. Menurut ukuran status sosial di desa, keluarga petani itu termasuk keluarga kaya karena rumahnya besar, kebunnya luas, dan sawahnya bertebaran di sekitar desanya. Petani itu juga memiliki seekor kuda betina.

Pada suatu hari kuda petani itu raib. Tak seorang pun tahu bagaimana kuda itu dapat lepas dan kemana larinya, atau siapa yang melepaskan dan kemana membawanya. Mendengar peristiwa yang menimpa petani itu, tetangga-tetangga berdatangan ke rumahnya untuk ikut bersimpati atas peristiwa yang menimpanya.
“Sungguh malang” bisik para tetangga.
“Malang?” kata petani. “Mungkin!”

Beberapa hari kemudian, tanpa ada orang yang mencari dan menuntun pulang, kuda itu kembali sendiri ke rumah, malah membawa serta dua kuda jantan liar. Para tetangganya berlarian ke rumah petani itu untuk melihat kuda-kuda itu.
“Wah, untung sekali” celetuk para tetangga.
“Untung?” jawab petani itu. “Mungkin!”

Keesokan harinya, terdorong oleh nafsu berpetualangnya, anak laki-lakinya mengambil satu dari dua kuda liar itu untuk dijinakkan. Namun, ketika anak itu menempatkan pantatnya di punggung kuda, seketika itu juga kuda itu menggelepar, menungging-nunggingkan kepalanya, dan mengangkat-angkat pinggulnya, lalu lari seperti kesetanan. Anak itu terpental dari kuda, melayang di udara, lalu jatuh terbanting di tanah dengan kedua kaki terlebih dahulu menyentuh tanah. Karena jatuh di tanah yang keras, patahlah satu kaki anak itu.

Mendengar berita musibah itu, para tetangga berduyun-duyun menuju ke rumah petani untuk ikut bersedih atas musibah yang menimpa anaknya. Mereka melihat anak itu terbaring di tempat tidur dengan kaki terbebat dan terus-menerus mengerang-ngerang kesakitan.
“Sungguh malang” kata para tetangga, “satu-satunya anak laki-laki jatuh dan patah kaki!”
“Malang?” jawab petani itu. “Mungkin!”

Beberapa bulan kemudian datanglah utusan raja ke desa dengan perintah untuk mencari pemuda-pemuda guna direkrut menjadi serdadu dan dikirim ke medan perang di negeri seberang. Dari desa itu, utusan raja berhasil mendapatkan sejumlah pemuda. Tetapi ketika tiba di rumah
petani, utusan raja tidak memilih anak laki-laki itu untuk direkrutnya karena kakinya pincang akibat jatuh dari punggung kuda.

Pada waktu para tetangga, terutama yang anak-anak laki-laki mereka dibawa ke medan perang di negeri seberang, mereka datang ke rumah petani.
“Untung sekali kamu” kata mereka, “anakmu tidak dikirim ke medan perang.”
“Untung?” jawab petani itu. “Mungkin!”

Sewaktu menghadapi peristiwa penting di dalam hidup, sebaiknya tidak cepat-cepat menjatuhkan penilaian. Biarlah waktu ikut menunjukkan maknanya.

[from: Konferensi tikus2 series - 27, Agus M.H. ]

untuk versi english, klik link di bawah ini:

http://ww2.yuwie.com/blog/entry.asp?id=358284&eid=190819


????

September 21, 2007

belakangan ini banyak sekali musibah yg terjadi di indonesia, belum lagi musibah yg terjadi pada kita sendiri.

kayaknya bumi ini sudah semakin mendekati limitnya, entah kapan akan meledak begitu aja….


finally….

September 20, 2007

akhirnya, sebelum kepergian i dari kampus ini :D (mudah2an bisa cepat),  ketemu juga sama dia :)


marhaban ya ramadhan

September 16, 2007

pada reaksi kehidupan yang terus berjalan

pada reaktor yang terus mengakumulasi dosa

pada plant design yang tanpa rasa syukur

untuk lepasan nafsu yang tidak di filter dengan ibadah

mari cerahkan hatimu dengan menara distilasi kesabaran

murahkan maafmu bak nilai yang kita dapat di teknik kimia

marhaban ya ramadhan

mohon maaf lahir + batin yang paling signifikan


Hadiah Ter-Indah . . . .

September 16, 2007

Seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Salah seorang putrinya yang masih kecil, masil balita, meminta satu gulung.

“ Untuk apa ?? “ tanya sang Ayah.

“ Untuk kado, mau kasih hadiah “ jawab si kecil.

“ Jangan dibuang yaaa . . . . “ pesan si Ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari ulang tahun ayahnya, pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan Ayahandanya,

“ Paa . . . Paa . . . ada hadiah untuk Papa “. Sang ayah yang masih malas-malas- an, matanya-pun melek, dan menjawab: Sudah-laaahh nanti saja !!! “.

Tetapi sang kecil pantang menyerah, “ Paaa . . . Paaa . . bangun Paaa . . . sudah siang “. “ Aaaah . . . kamu ini gimana siiih, pagi-pagi sudah mbangun-in Papa !! “.

Sang ayah mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.

” Hadiah apa niiih ?? “.

“ Hadiah ulang tahun untuk Papah. Buka dong Paaah, bukaaa sekarang “.

Dan sang Ayah-pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak ber-isi apa-pun juga.

“ Aaah . . kamu bisa saja !!. Bingkisannya koq kosong ?? Buang-buang kertas kado Papah saja !!, Kan mahal harganya !! “.

Si Kecil menjawab : “ Enggaaak Paaah . . . nggaaaak kosong. Tadi, Putri masuk-in begitu buuuaanyaak ciuman untuk Papah “

Sang ayah sangat terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, dan diciumnya.

” Putri, Papah belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papah akan selalu menyimpan boks ini. Papah akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papah akan mengambil satu. Nanti kalau kosong di-isi lagi yaaaa . . . !! “

PERSPEKTIF :

  • Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa-pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ??
  • Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di-mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa-pun.
  • Orang lain akan tetap meng-anggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa di-anggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.
  • Kesimpulannya, Kosong dan Penuh dua-duanya merupakan produk dari “ pikiran “ Anda sendiri.
  • Sebagaimana Anda memandangi hidup, demikianlah kehidupan Anda. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.
  • Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang berisi coretan yang tidak berarti.

(di copy sesuai aslinya dari anonim)